Ide Bisnis dan Ide Usaha Unik dan Kreatif untuk Anda Coba

Kiat-Kiat Melakukan Prospek Kepada Pelanggan

Prospek terkadang memiliki konotasi yang sangat buruk di tengah masyarakat karena kata ini erat sekali dengan salah satu jenis usaha yang paling dihindari yakni MLM atau multi level marketing. Prospek pada bisnis MLM lebih sering diartikan ‘’dikejar sampai ke ujung dunia sampai dapet!’’. Sehingga konotasinya pun berbuah negatif karena berbagai cara buruk  prospek yang menyertainya.

Berkaca dari hal tersebut maka disini kita tidak akan membahas prospek dari kacamata MLM, namun prospek disini yaitu terhadap calon konsumen ataupun konsumen yang ingin kita jaring agar mau membeli produk kita lagi. Untuk mendekati prospek ini, salah satu cara paling klasik namun paling ampuh, yaitu dengan cara follow up. 

Follow up juga tidak sedikit yang salah mengartikannya sebagai suatu kegiatan yang bersifat memaksa, padahal seorang konsumen mempunyai hak untuk membeli barang dagangan dimanapun yang mereka inginkan. Berkaca dari fakta ini, terkadang tindak lanjut follow up dirasa masih sulit untuk dilakukan bagi mereka yang sedang menggeluti usaha apapun. 


Berikut merupakan kiat-kiat melakukan follow up yang benar terhadap prospek:

Selalu Perhatikan Jam

Memang sangat penting untuk dengan gesit dan sigap untuk memasarkan sebuah produk, namun yang lebih penting adalah menghargai orang yang kelak akan membeli produk tersebut, pada konteks ini adalah menghargai waktu mereka. Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan menanyakan kepada target prospek, kapan waktu yang tepat untuk menghubunginya terkait produk yang akan ditawarkan. Dengan memberikan pertanyaan demikian, calon konsumen akan menghargai waktu si pebisnis juga.

Gunakan Fasilitas E-Mail

Mengirimkan promotion letter melalui email merupakan hal yang sangat lumrah bagi seorang pebisnis. Dari perspektif konsumen sekalipun hal ini masih bisa diterima, dibandingkan jika mereka harus menerima gempuran SMS dan telepon yang tidak ada habisnya. Untuk mengirim email yang baik, maka perhatikan kualitas pesan yang ingin disampaikan, misalkan penjelasan singkat mengenai produk beserta harganya. Hindari mengirim pesan dalam rutinitas yang sering, konsumen bisa kesal dan bukan tidak mungkin melaporkan si pengirim pesan sebagai seorang spammer. Lebih baik sedikit email namun berkualitas dan menarik di banding banyak email namun hanya berisi spam.

Jangan Memaksa

Terkadang kalimat “jangan memaksa” merupakan faktor yang sangat sulit dihapus bagi seorang pebisnis. Dengan keharusan suatu produk laku terjual, terkadang memaksa merupakan salah satu rutinitas yang hampir pasti ada di sela-sela percakapan. Jangan sampai seorang konsumen merasa terintimidasi dengan paksaan yang mereka terima. 

Alih-alih memperhatikan produk yang ditawarkan, kemungkinan yang bisa terjadi adalah mereka mengirim surat keluhan pelanggan dan tidak segan-segan untuk menyebarluaskan informasi tersebut dimana-mana (media online, obrolan mulut ke mulut). Jika hal itu sampai terjadi, maka sulit untuk bangkit dari situasi ini dan kemungkinan bisnis yang digeluti bisa berakhir seketika.

Coret Prospek Yang Tidak Prospek

Jangan membuang usaha dan tenaga yang percuma hanya dengan mengejar satu konsumen. Jika seseorang sudah menolak ada baiknya seorang pebisnis beralih ke prospek lainnya. Atau jika memiliki produk lain yang bisa ditawarkan, bisa saja kembali mencoba untuk melakukan prospek-ing, namun harap diingat bahwa biasanya ketika seseorang sudah menolak, sulit untuk berharap mereka bisa mengubah pikirannya dalam sekejap.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kiat-Kiat Melakukan Prospek Kepada Pelanggan